Apa Itu ISIS? Benarkah ISIS Dibuat Oleh CIA dan Mossad Untuk Memecah Islam?

ISIS Dibuat Oleh CIA dan Mossad Untuk Memecah Islam?

Keberagaman aliran pada Islam sejak ratusan tahun mulai dimanfaatkan oleh para lawan-lawannya. Apalagi setelah mulai meruncingnya perbedaan kelompok Sunni dan Syiah serta beberapa aliran lainnya yang semakin banyak. Bagi kaum zion dan satanic, hal itu justru menjadi kartu AS agar dapat mengadu domba diantara mereka. Makagrand design pun mulai dimainkan. Bagaimana caranya?
Melalui manusia-manusia bergaris keras ini maka akan memunculkan faham-faham yang juga bergaris keras, pelan namun pasti, ajaran ditekuk, dipelintir, digeser, disalah-artikan, lalu merekrut pengikut yang juga bergaris keras. Kemudian ratusan bahkan ribuan orang yang memiliki naluri “satu species” ini pun menjadi alat zion, dimana mereka akan mencuat dan bergerak saat dibutuhkan.
Strategi dalam operasi sangat terselubung bernama  “The Hornet’s Nest” atau strategi“Sarang Lebah Hornet” lalu mulai dimainkan. Strategi yang bertujuan untuk membawasemua ekstrimis-ekstrimis utama dunia untuk bergerak ke satu tempat atau tujuan, dansebagian besar untuk mengguncang stabilitas negara yang dianggap musuhnya, terutama negara-negara ArabSuatu waktu, sel-sel itu bagai singa yang hanya ditarik ekornya saja, yang tadinya tertidur pun dapat segera mengaum dan bergerak.
Fakta telah membuktikan, jika ditarik sejarahnya, kelompok Mujahiddin, Taliban, Al-Qaeda, Hammas, Bako Haram, Ahmadiyyah, bahkan Islamic Brotherhood dibuat, direstui, dibesarkan dan dibiayai oleh CIA, Mossad dan Zion beserta inteligen barat lainnya, untuk mengobrak-abrik dunia Islam.
Alhasil: bukannya memerangi Zionis, namun mereka justru bergerak untuk memerangi umat Islam itu sendiri, memerangi yang justru satu kepercayaan dengan mereka. Grand Design pun berhasil. Namun sang arsitek pun tetap bermuka serius, bahkan ikut mengutuk mereka lalu memburu mereka pula.
Ketika mereka saling berperang dan saling menghancurkan, tak ada kepentingan yang berarti bagi Zion, AS dan dunia barat untuk turut campur, hingga mereka semua yang bersaudara hancur. Kalah  jadi abu, menang jadi arang. Maka berikutnya, Zion dan sekutunya, tinggal memetik hasilnya.
Bendera-bendera hitam bertuliskan kalimat tauhid berkibar sepanjang lembah Sungai Eufrat dan Tigris, terbentang dari Suriah ke Irak. “Negara Islam Irak dan Suriah”, atauIslamic State of Iraq and Syria (ISIS) atau Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Negara Islam (IS) sudah kuasai banyak kota di pinggiran sungai pusat lahirnya peradaban manusia itu.
Sebelumnya, Abu Bakr al-Bagdadi (ketua ISIS atau IS) pada tahun 2010, adalah pimpinanAl-Qaidah di Irak atau AQI (Al-Qaeda Iraq). Lalu karena beda kepentingan, pada April 2013, AQI berganti menjadi Negara Islam di Irak dan al-Sham atau Islamic State of Iraq and Syria atau ISIS.
Lalu ISIS menjelma lagi menjadi Negara Islam (IS), kelompok pimpinan Abu Bakar al-Baghdadi ini memproklamirkan Kekhalifahan. Target mereka, dari Spanyol hingga Indonesia berada di bawah satu bendera Islam.
Kelompok ini menjadi kelompok jihad utama yang memerangi pasukan pemerintah di Suriah dan membangun kekuatan militer di Irak. Huruf “S” dalam singkatan ISIS berasal dari bahasa arab “al-Sham”, yang merujuk ke wilayah Damaskus (Suriah) dan Irak.

Peta yang dikuasai ISIS.
Tetapi dalam konteks jihad global, disebut Levant yang merujuk kepada wilayah di Timur Tengah yang meliputi Israel, Yordania, Lebanon, wilayah Palestina, dan juga wilayah Tenggara Turki. Jumlah mereka tidak diketahui secara pasti, tetapi diperkirakan memiliki ribuan pejuang, termasuk jihadis asing.
Khilafah diproklamasikan pada Minggu, 29 Juni 2014, setelah ISIS di atas angin terhadap tentara Irak. Baghdadi diangkat sebagai Khalifah, pemimpin negara sekaligus spiritual dalam sebuah Kekhalifahan Islam. Dengan berdirinya Khilafah, ISIS menyerukan seluruh umat Muslim untuk berbaiat pada Khalifah yang kepalanya dihargai US$10 juta oleh Amerika itu.
“Adalah tugas semua Muslim di dunia bersumpah setia pada dia dan mendukungnya. Legalitas seluruh emirat, kelompok, negara, dan organisasi menjadi hilang berdasarkan perluasan kekuasaan kekhalifahan dan tibanya tentara khilafah di wilayah mereka,” kata juru bicara ISIS Abu Muhammad al-Adnani dalam bahasa Arab, dan diterjemahkan ke banyak bahasa.
Sosok al-Baghdadi sendiri misterius. Hanya ada dua foto yang menunjukkan keberadaan pria 43 tahun ini. Bahkan beberapa orang mengatakan dia sebenarnya tidak ada, hanya simbol yang diciptakan ISIS.

Abu-bakar-al-Baghdadi saat khotbah.
Namun sebuah video yang diunggah di Youtube untuk pertama kalinya menunjukkan bahwa Baghdadi nyata. Dia terlihat tengah berkhutbah dalam shalat Jumat di sebuah masjid di Mosul, Irak. Berjenggot lebat berpakaian hitam.
“Pembentukan khilafah adalah kewajiban. Agama ini tidak akan benar kecuali syariah ditegakkan,” kata Baghdadi dalam khutbahnya, diberitakan al-Jazeera.
Pergerakan ISIS di Irak dimulai dari wilayah Suriah sepanjang Sungai Eufrat. Kemenangan ISIS melawan kelompok pemberontakan Suriah lainnya di Abu Kamal membuat pintu perbatasan dengan Irak terbuka lebar. Ditambah lagi pos militer di Qaim, perbatasan Irak ditinggal kabur tentara, ISIS makin bebas bergerak.
Wilayah pertama yang dikuasai ISIS adalah kota Falluja dan Ramadi di Provinsi Anbar, sebelah barat Irak awal tahun 2014 ini. Bendera hitam ISIS berkibar di kantor pemerintah dan pos militer. Beberapa kota di Anbar juga telah dikuasai. Setelah mencaplok sebelah barat Irak, ISIS bergerak ke timur, menyerbu kota Mosul, provinsi Nineveh di lembah Sungai Tigris.

Militan ISIS menguasai kota Ramadi di Provinsi Anbar, Irak, Desember 2013. (Foto: REUTERS/Ali al-Mashhadani)
Mosul, kota terbesar kedua di Irak setelah Baghdad itu direbut dengan mudah. Tentara lari tunggang langgang, menanggalkan seragam mereka dan ikut mengungsi bersama warga. Lebih dari 500.000 orang mengungsi, kebanyakan ke wilayah Kurdistan.
Sebanyak 2.400 tahanan dibebaskan, jadi amunisi baru bagi kelompok ini. Dengan dikuasainya Mosul, wilayah barat dan timur Irak di bawah kendali ISIS. Pemerintahan Nouri al-Maliki di Baghdad terkepung. ISIS merebut satu per satu kota di kota pinggiran Eufrat dan Tigris, dari Raqqa di Suriah hingga mendekati Baghdad.
Di kota-kota ini, ISIS memperoleh ghanimah atau rampasan perang berupa kendaraan lapis baja dan senjata serta amunisi sumbangan dari Amerika. Di Mosul, ISIS juga dilaporkan berhasil menguras bank-bank di kota itu dan menjarah uang sebesar 500 miliar dinar Irak atau lebih dari Rp50,2 triliun.
Belum lagi ditambah persenjataan asal AS, seperti helikopter Blackhawk, Humvee, pesawat kargo dan senjata lainnya, menjadikan ISIS kelompok militan paling kaya di dunia!

Militan ISIS di atas tank dalam parade militer di sepanjang jalan provinsi Raqqa utara, 30 Juni 2014. (REUTERS)
ISIS membentuk aliansi juga dengan kelompok-kelompok perlawanan Sunni, termasuk dari para mantan militan Partai Baath pendukung Saddam Hussein dan tentara Peshmerge Kurdi. Dengan restu dari pengikut Baath, kota Hawiya dikuasai dengan mudah. Tentara Peshmerge menguasai Kirkuk. Tujuan mereka adalah menguasai Irak dengan lebih dulu melumat Baghdad dan Karbala.
“Rapatkan barisan karena pertempuran sesungguhnya belum terjadi. Pertempuran akan terjadi di Bagdad dan Karbala. Jadi persiaplah,” kata al-Adnani.

Ratusan tentara dan polisi Irak dijejerkan dan diberondong peluru, dalam sebuah rekaman video di Tikrit. Gurun menjadi kubur massal mereka. Raouf Abdul Rahman, hakim yang memvonis mati Saddam Hussein delapan tahun lalu, juga tewas dieksekusi. Salah satu kilang minyak utama di Irak, Baiji, dibakar. Pembunuhan tentara dibalas militer Irak dengan membantai tahanan Sunni di kota Baquba, sebelah utara Baghdad.

Selain menghancurkan pos-pos militer, ISIS juga meluluhlantakkan situs-situs Syiah, seperti tempat ibadah, kuil-kuil dan kuburan-kuburan yang dikeramatkan. Kelompok Syiah juga mulai menggalang kekuatan untuk melindungi Karbala dan Najaf. Puluhan ribu umat Syiah –kebanyakan pegawai atau pengangguran- menjadi relawan perang setelah keluarnya fatwa bertempur dari Ayatullah Ali Sistani.

Militan ISIS melakukan parade dengan kendaraan militer di sepanjang jalan di provinsi Raqqa, Suriah, 30 Juni 2014. (REUTERS)
Namun di kubu Syiah sendiri ada perpecahan. Militan Syiah pimpinan Moktada al-Sadr membentuk kembali Tentara Mahdi, kelompok tempur paling besar dan pengalaman di Irak. Dikhawatirkan, tentara yang loyal pada Sadr akan memberontak pada pemerintah dan relawan Sistani.
Pasukan Irak kehilangan taringnya, kebanyakan mereka kabur dari serangan ISIS. Maliki mengancam para desertir akan dihukum berat. Di tengah sengkarut pertempuran di Irak, wilayah otonomi Kurdistan menyerukan merdeka. Presiden otonom Kurdistan, Barzani, meminta segera digelar referendum kemerdekaan.
“Waktunya telah tiba bagi kita untuk menentukan nasib kita sendiri, dan kita tidak perlu menunggu yang lain menentukannya untuk kita,” kata Barzani dalam pertemuan tertutup di parlemen yang kemudian disiarkan di televisi.
Pecahan Al-Qaeda
Personel ISIS diperkirakan terdiri dari sekitar 12.000 orang yang memiliki beragam kewarganegaraan, termasuk dari Asia seperti Indonesia dan Malaysia. Bahkan seorang mujahid ISIS bernama Ahmad Tarmimi Maliki disebut sebagai orang Malaysia pertama yang jadi pengebom bunuh diri di Irak, menewaskan 25 pasukan elit pada 26 Mei 2014 lalu di Anbar.
Menurut Kamran Bokhari, wakil presiden Timur Tengah dan Asia Selatan perusahaan intelijen Stratfor, ISIS sebenarnya lahir dari al-Qaeda yang muncul di Irak pada invasi AS 13 tahun lalu.

Kamran Bokhari is a distinguished scholar and expert in Middle Eastern and South Asian affairs.
Tahun 2011, kelompok ini menyebar ke Suriah saat perang saudara menggulingkan Bashar al-Assad terjadi di negara itu.
Tahun 2013, ISIS terlibat konflik dengan kelompok militan lainnya di Suriah, termasuk dengan al-Qaeda. Bokhari mengatakan, Baghdadi cekcok dengan pemimpin al-Qaeda Ayman al-Zawahiri soal strategi di Suriah. Kemudian ISIS berpisah dengan al-Qaeda karena berbedaan tujuan.
Menurut Benjamin Friedman, peneliti pertahanan dan keamanan dalam negeri di lembagathink-tank AS Cato Institute seperti diberitakan CBC, pada Oktober 2013, Zawahiri mengeluarkan pernyataan yang memerintahkan :

Seluruh anggota al-Qaeda tidak memerangi kelompok Syiah, Ismaili, Qadiyat dan Sufi, tetapi fokus melawan kejahatan kafir internasional.

Sementara ISIS lebih fokus pada perang regional, termasuk terhadap pemerintahan Syiah Bashar di Suriah dan Maliki di Irak. Karena perpecahan inilah, ISIS kemudian beralih dari perang di Suriah ke menguasai Irak.

Menurut catatan PBB, lebih dari 2.000 orang telah tewas hanya dalam dua minggu serangan ISIS ke Irak. Ini adalah angka minimal, belum lagi ditambah eksekusi baik dari pihak ISIS dan tentara Irak.
Walaupun pasokan minyak Irak terancam, namun para pengamat mengatakan, harga minyak dunia tidak akan terlalu berpengaruh. Menurut situs pialang Trefis, Irak hanya memproduksi 3,2 juta barel per hari, tidak cukup untuk memengaruhi pasokan minyak global dalam jangka panjang.
Selain itu menurut Richard Mallinson, pengamat geopolitik di London, Inggris, kilang minyak terbesar Irak yang memproduksi 2,5 juta barel per hari ada di bagian selatan negara itu, jauh dari daerah pertempuran. “Jadi hanya sekitar 10-15 persen yang ada di utara negara itu, yang saat ini digempur pemberontakan Sunni,” kata Mallinson.

ISIS menguasai kota Raqqa dan kota utama Mosul di Irak utara (REUTERS)
Diabaikan Amerika Serikat
Pemerintahan Maliki masih terus berupaya merebut kembali kota-kota di Irak dengan mengerahkan pasukan dan relawan Syiah. Maliki juga memohon bantuan dari sekutu mereka di Barat, Amerika Serikat, untuk menurunkan serangan udara.
Namun pemerintahan Barack Obama sepertinya enggan. Obama masih pikir-pikir untuk kembali berperang di Irak, negara yang telah ditinggalkan tentara mereka sejak dua tahun lalu. Paman Sam hanya menurunkan 770 marinir ke Irak, bukan untuk berperang melainkan menjaga Kedutaan dan melatih tentara setempat.
AS dan Arab Saudi menyerukan Maliki untuk turun dari kursi kepemimpinan dan memulai rekonsiliasi dengan memasukkan elemen Sunni di pemerintahan. Menurut pejabat pemerintah AS, Irak tidak akan damai selama Maliki masih mendiskreditkan kelompok Sunni di negara itu. Diharapkan, pemerintahan selanjutnya juga diisi orang Sunni dan Kurdish.
Menurut pejabat negara-negara Arab, Maliki dalam lima tahun terakhir memicu pemberontakan karena dianggap memberikan perlakuan yang buruk pada minoritas Sunni. Kelompok protes Sunni dipenjarakan, enggan membagi kekuasaan dan mengambil jatah besar pemerintahan untuk Syiah.
“Kami meyakini tindakan sektarianisme dan pengucilan terhadap Sunni memicu pemberontakan yang kita lihat sekarang. Dia (Maliki) telah mempersatukan ISIS dengan mantan kelompok Baath dan para pendukung Saddam Hussein,” kata pejabat Arab yang tidak disebut namanya ini.

Militan ISIS berparade di kota Tel Abyad, Suriah. (REUTERS/Yaser Al-Khodor )
Akhirnya Irak beralih meminta bantuan pada negara sekutu Syiah mereka, Iran dan Suriah. Iran dilaporkan telah menurunkan ratusan pasukan elit Garda Revolusi untuk melindungi Karbala. Selain itu, pemerintah Teheran juga menurunkan drone dan bantuan perangkat militer seberat 70 ton yang diangkut setiap hari menggunakan dua pesawat, seperti dikutip dari laporan New York Times.
Sementara Suriah menurunkan jet tempur untuk menyerang kota-kota perbatasan yang dikuasai ISIS. Pertengahan Juni 2014 lalu, Suriah mengebom wilayah Rutba, al-Walid dan al-Qaim di provinsi Anbar yang menewaskan 57 warga sipil.
Selain itu, Irak juga telah menerima pesanan pesawat jet Sukhoi dari Rusia. Pada 19 Juni 2014 lalu, lima jet Sukhoi bekas dari Rusia telah datang ke Irak. Maliki mengaku kecewa dengan AS yang tidak juga mengirimkan jet pesanan mereka. Jika saja dipesan lebih cepat, kata Maliki, situasinya bisa jadi tidak seperti sekarang. Ya jelas saja jet pesanan tak akan dikirim, karena AS sengaja mengabaikan dan membuat pertempuran menjadi semakin ganas untuk mengadu mereka agar berperang.
Dari Jakarta ke Andalusia
Dalam agenda besar khilafah, ISIS ingin mengembalikan kejayaan Islam yang berakhir 90 tahun lalu di masa Kekhalifahan Ottoman di Turki. Sejak kematian Rasulullah Muhammad sallalahu alaihi wa sallam, Kekhalifahan dipegang oleh para sahabat Nabi dan para ulama.
Setelah empat Khalifah paska kematian Nabi, Islam memasuki masa keemasan dengan dipimpin oleh Khilafah Bani Ummayah pada tahun 661 hingga 750, dilanjutkan oleh Bani Abbasiyah tahun 750 hingga 1517.

Dalam sebuah rekaman video, anggota ISIS mengatakan bahwa mereka akan kembali menguasai dunia, mulai dari Andalusia (Spanyol) hingga ke Jakarta, Indonesia. Spanyol sendiri berada di bawah kekuasaan negara Islam selama 700 tahun hingga tahun 1492.

“Kita akan hidup di bawah bendera Islam, Kekhalifahan Islam. Kita akan memperjuangkannya sampai mati, sampai kita membebaskan seluruh tanah jajahan, dari Jakarta hingga Andalusia,” ujar anggota ISIS dalam video yang diunggah diSyriantube.net.
Dalam peta yang banyak tersebar di internet, dalam lima tahun ke depan ISIS berencana menguasai negara-negara Balkan seperti Yunani, Romania dan Bulgaria hingga ke Austria di Eropa Timur. Namun peta ini belum dikonfirmasi kebenarannya.

Peta rencana ISIS untuk lima tahun kedepan.
Militan ISIS Hancurkan Kuil sekaligus Masjid dan Makom Nabi Yunus
Kelompok radikal Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dilaporkan telah menghancurkan makom yang dijadikan mesjid yang lebih mirip kuil Nabi Yunus di Kota Mosul bagian Utara, Irak.
Dalam pengertian bahasa, makom dan makam itu beda artinya. Makom adalah suatu simbol, batu nisan, pusara atau sejenisnya dimana di dalamnya tak ada jasad orang yang telah meninggal seperti yang dimaksudkan, yang berguna untuk mengingatkan jasa dan nama besar seseorang tersebut.

Masjid dan Makam Nabi Yunus di Israel. (sumber: izhanhamidi@blogspot)
Sedangkan makam adalah tempat dikubur atau tempat dimakamkannya jenazah yang dimaksud sesungguhnya.
Hal ini mirip makom Nabi Ibrahim di dekat Ka’bah, yang mana makom tersebut bukan tempat jasad Nabi Ibrahim dimakamkan.
Atau anda masih ingat peristiwa Mbah Priok yang didalamnya hanyalah makomnya, bukan makamnya.
Sedangkan Makam Nabi Yunus yang asli sebenarnya ada di Israel dan makam Nabi Yunus itu juga berupa mesjid.
Seorang sumber keamanan di lokasi menuturkan kelompok Daulah Islamiyahsalah satu kelompok dalam ISIS yang telah menguasai masjid di kawasan makom Nabi Yunus di Mosul itu.
Mereka kemudian mengunci semua pintu rumah ibadah itu dan melarang pengunjung masuk. “Para pengunjung yang hendak salat ke masjid dilarang masuk,” kata sumber keamanan itu, seperti dilaporkan media Irak al-Sumaria News dan dilansir kembali olehAl-Arabiya, Jumat (25/7/2014).
Makam Nabi Yunus di Israel
Makam Nabi Yunus di Israel. (sumber:izhanhamidi@blogspot)
Saksi mata lainnya menjelaskan, awalnya kelompok ISIS menyerukan orang-orang yang sedang salat di dalam masjid dan berziarah di makom Nabi Yunus untuk menghentikan aktivitasnya.
Para militan kemudian menembakkan senjata api ke sekitarnya. Tak diketahui apakah ada korban jiwa atau tidak.
Menurut pejabat setempat, ISIS telah membuat kacau masjid dan makom Nabi Yunus.
Selama satu jam, mereka memborbardir kawasan makom Nabi yang dikenal pernah masuk mulut ikan paus itu. Kemudian setelah makom itu kosong, mereka meledakkannya dari kejauhan. (lihat link video dibawah pada saat makom itu diledakkan).

Tampak bangunan luar dari makom Nabi Yunus yang menjadi kuil Syiah telah dihancurkan ISIS
Menurut sumber setempat, masjid itu awalnya adalah makom Nabi Yunus dan akhirnya menjadi kuil tempat peribadatan orang-orang Syiah yang mengharap berkah dari Nabi Yunus. Kuil itu dibuat oleh orang-orang Syiah untuk ritual syirik meminta berkah dari kuburan para Nabi.
Makom yang dijadikan seperti kuil tersebut dihancurkan agar masyarakat Muslim tidak terkena dosa syirik menyembah kubur. “Kerusakan terparah di makom Nabi Yunus yang hancur tinggal debu,” kata pejabat tersebut (lihat video penghancuram makam / lihat video saat kuil diledakkan).

ISIS passport
Selain itu, militan ISIS juga menghancurkan makam milik Imam Abu al-Ila di Mosul dan masjid di Distrik al-Faisaliya.
Sebelumnya salah satu anggota ISIS menyatakan pihaknya bahkan akan menghancurkan Ka’bah apabila nanti menguasai Mekah.
Indonesia juga menjadi salah satu lokasi yang menjadi target serangan ISIS. ISIS juga membuat “paspor kekhalifahan” yang diperuntukkan untuk anggota dan simpatisan mereka. Kalimat “Daulah Kalifah Islamiyah” tertera sebagai ukiran di bagian atas paspor tersebut.
Di bagian bawah tertulis “Jika pemegang paspor ini disakiti, kami akan mengirim bala tentara baginya.”Kelompok militan tersebut akan membagikan dokumen tersebut kepada 11.000 warga negara yang tinggal di kota-kota yang berbatasan dengan Irak dan Suriah.
Lewat Twitter, ISIS Ancam Hancurkan Kabah dan Mekkah

Petinggi ISIS bernama Abu Turab Al Mugdassi melalui Twitter mengancam organisasinya akan menghancurkan kota suci umat Islam sedunia, Mekkah, di Arab Saudi Namun kini akunnya sudah di delete.
Seorang petinggi negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dikabarkan telah melontarkan ancaman lewat akun Twitter-nya.
Petinggi ISIS bernama Abu Turab Al Mugdassi itu mengancam organisasinya akan menghancurkan kota suci umat Islam sedunia, Mekkah, di Arab Saudi.
Mugdassi mengatakan akan menghancurkan Kabah. “Orang pergi ke Mekkah untuk menyentuh batu itu, bukan bertemu Allah,” kata Al Mugdassi melalui akun Twitter-nya.
Sejumlah media di Timur Tengah mengabarkan ancaman yang dilontarkan lewat Twitter itu.
Setelah kabar itu beredar, akun Twitter milik Al Mugdassi itu sudah tak bisa lagi dibuka. Namun belum dapat dipastikan, apakah kicauan itu benar darinya atau tidak. Bisa jadi ada pihak lain yang memanfaatkan pertempuran antar kedua aliran Islam ini.
Jika ancaman ini dapat diverifikasi kebenarannya, ancaman ini sangat mengejutkan karena datang dari kelompok yang ingin membentuk kekhalifahan Islam itu.
Terlepas dari belum diverifikasinya ancaman ISIS itu, kelompok itu dikabarkan tengah merencanakan untuk merebut kota Arar, Arab Saudi, yang terletak sangat dekat dengan perbatasan Irak.
Kota Arar ini hanya berjarak 15 jam perjalanan darat dari Mekkah, yang setiap tahun menjadi tujuan ibadah haji umat Muslim di seluruh dunia.
Saat ini, Pemerintah Arab Saudi sudah menggerakkan 30.000 prajuritnya ke sepanjang perbatasan kerajaan itu dengan Irak, terutama setelah Baghdad menarik mundur pasukannya dari wilayah perbatasan itu.
Video Kesaksian Mantan Amir ISIS, Abu Dzar Al-Iraqi Tentang ISIS
Sebuah video telah diupload sejak 7 Maret 2014 lalu memperlihatkan seorang mantan amir ISIS, Abu Dzar Al-Iraqi, adalah seorang yang pernah berjuang bersama ISIS, bahkan ia pernah ditugaskan oleh ISIS untuk menjabat amir di kota Mayadin – Suriah.
Dengan statusnya sebagai seorang Amir daerah itu, maka ia tentunya mengenal betul apa yang dilakukan ISIS dan bagaimana kualitas para tokoh-tokohnya.
Dalam kesaksian dan nasehatnya, ia menjelaskan bahwa ISIS melakukan pengeboman dengan bom mobil ke markas Ahrar Asy-Syam yang menurutnya mujahidin Ahrar Asy-Syam adalah orang-orang yang baik dan muslim.
Ia juga memberi peringatan dan sekaligus nasehat kepada Abu Mush’ab, anggota dewan syariah ISIS, juga kepada Abu Bakar Al-Baghdadi secara khusus.

Kesaksian Mantan Amir ISIS, Abu Dzar Al-Iraqi Tentang ISIS. (Youtube)
Dalam video yang berdurasi 24 menit itu, ia menanyakan dan meminta bukti kepada Jamaah Daulah (ISIS) untuk menyebutkan satu ulama saja yang muktabar yang mendukung tindakan ISIS hari ini, beliau menyampaikan itu karena memang pada kenyataannya tidak ada seorangpun dari ulama jihad muktabar yang memberi dukungan kepada tindakan ISIS.
Bahkan para ulama jihadis senior itu memberikan nasehat dan peringatan kepada ISIS, seperti syekh Aiman Az-zhawahiri, syekh Abu Muhammad Almaqdisi, syekh Abu Qatadah AlFalisthini, Syekh Abu Basir At-turtusi, syekh Sulaiman Al-Ulwan, syekh Al-Muhaisni dan lain-lain. (Lihat videonya via Youtube dengan teks bahasa Indonesia, klik disini)
Kekhalifahan Dengan Cara Itu Ditentang Keras
Sejatinya, Kekhalifahan berarti bergabungnya seluruh negara Islam di bawah satu bendera. Umat Muslim dunia berbaiat untuk menaati Khalifah seperti pada Kekhalifahan sebelumnya. Namun Kekhalifahan ISIS kali ini mendapatkan penentangan dari banyak ulama dan tokoh pergerakan Islam di seluruh dunia.
Di antaranya adalah Serikat Cendekiawan Muslim Internasional (IUMS) dalam pernyataannya yang dikutip OnIslam.com, 5 Juli 2014. Mereka mengatakan, deklarasi Kekhilafahan ISIS yang tanpa melalui konsensus telah bertentangan dengan hukum Islam. Hal ini dikhawatirkan akan menyebabkan kekacauan.
“Seluruh organisasi Islam di arena internasional diabaikan hanya untuk deklarasi satu pihak yang mereka sebut Kekhalifahan, tidak ada yang bisa menerima itu,” kata IUMS. Ulama besar Mesir Yusuf al-Qaradawi mengatakan bahwa deklarasi kekhalifahan ISIS tidak sah, berdasarkan hukum Islam.
“Sebuah kelompok mengumumkan kekhalifahan, tidak cukup untuk mendirikan kekhalifahan,” kata Qaradawi dalam surat terbukanya di situs IUMS.
Bahkan kelompok Hizbut Tahrir (HT) yang dikenal gencar menyuarakan khilafah tidak mengakui kekhalifahan Baghdadi, menurut HT di situs 5pillarz.com,

Ada syarat khilafah dibentuk di suatu wilayah. Di antaranya adalah adanya Sultan atau penguasa di negara itu yang punya kendali atas keamanan di dalam dan luar. Berarti, khilafah terbentuk dari sebuah negara berdaulat, bukan melalui perebutan wilayah kekuasaan.

“Inilah yang dilakukan oleh Nabi Muhammad shallalahu alaihi wa ssalam saat mendirikan Negara Islam al-Madinah Al-Munawwarah. Sultan (pemerintah) di dalamnya adalah milik Rasul dan keamanan di dalam dan di luar berada dibawah kekuasaan otoritas Islam,” tulis pernyataan HT.
“Dengan kekuasaan ini, Rasulullah shallalahu alaihi wassalam bisa mengurus kebutuhan rakyat, memerintahkan dan memimpin militer, mengatasi permasalahan, mengirim dan menerima utusan secara terbuka, tidak sembunyi-sembunyi, sementara seluruh komponen sebuah negara sudah ada dan diakui di kawasan,” lanjut HT.
Sedangkan Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Hasyim Muzadi mengataka, video yang mengajak warga Indonesia bergabung dengan ISIS itu bisa mengancam kedaulatan negara. Sebab, ISIS merupakan gerakan lintas negara yang bertujuan mendirikan negara tersendiri.
“Ini gerakan ekstrim yang tidak menghormati kedaulatan negara,” ujar Hasyim ketika dihubungi, Kamis, 31 Juli 2014. Hasyim meminta umat muslim dan pemerintah mewaspadai kampanye yang mengajak warga bergabung dengan ISIS. Soalnya ISIS bukanlah aliran agama yang berisi ajaran teologi dan ritual keagamaan. “Ini gerakan politik yang bisa mengancam kedaulatan dan konstitusi,” katanya.
Muslim Indonesia Jadi Target Rekrutmen ISIS
Sejumlah pria Indonesia muncul di video rekrutmen yang dirilis kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Mereka mendesak kaum muslim Indonesia untuk bergabung dalam perjuangan ISIS.
Video rekrutmen berdurasi delapan menit berjudul ‘Join the Ranks’ itu diunggah oleh ISIS. Di dalamnya, dikatakan adalah kewajiban muslim untuk bergabung dengan ISIS dan berjanji saling setia. Video tersebut juga menyertakan sebuah pidato emosional dari seorang pria Indonesia bernama Abu Muhammad al-Indonesi.
“Lakukan semua upaya dengan menggunakan kekuatan fisik dan finansialmu untuk bermigrasi ke Negara Islam. Itu merupakan kewajiban yang diperintahkan Allah,” kata Abu seperti dikutip ABC News, 29 Juli 2014.

Abu Muhammad al-Indonesi saat pidato (via: Youtube)
Abu Muhammad juga mempertanyakan pilihan hidup pria Muslim di Barat, dan menyerukan pula kepada mereka untuk menemukan motivasi guna mengobarkan jihad.
“Apakah istri kalian menjadi alasan bagi kalian untuk tidak berjihad? Apakah rumah, bisnis, dan kesejahteraan kalian lebih kalian cintai daripada Allah, utusan-Nya, dan jihad di jalan-Nya?” ujar Abu.
Video upaya rekrutmen ISIS ini bukan pertama kalinya diunggah. Bulan Juli 2014 lalu, video rekrutmen lain telah dirilis lebih dulu. Video itu memperlihatkan dua pria Australia yang bergabung dengan ISIS.
Pakar keamanan dari Universitas Monash Australia Profesor Greg Barton, mengatakan ISIS melihat potensi untuk mendapat pengikut kuat di Indonesia.
“Dalam video terbarunya, ISIS mengajak langsung kepada orang-orang Indonesia karena negara itu lahan subur untuk proses rekrutmen. Ada sejumlah pria Indonesia yang sudah bergabung dengan ISIS, dan ISIS melihat potensi untuk mendapatkan lebih banyak pengikut lagi dari Indonesia,” kata Barton.

Mujahidin Indonesia yang bergabung dengan ISIS di Suriah (Foto: Youtube)
ISIS Ingin Rekrut Orang Indonesia Karena Orang Indonesia Miliki Jiwa Militansi Yang Tinggi
Kelompok militan yang mendirikan kekhalifahan di Irak, ISIS, tengah mencari dukungan dan merekrut banyak orang, termasuk Warga Negara Indonesia (WNI). Mereka berharap orang Indonesia dapat berubah haluan dengan konsep kekhalifahan.
Pengamat intelijen Wawan Purwanto menilai pergerakan ISIS memang baru-baru ini berkembang dan tanpa ragu terang-terangan mulai mencari anggota. Namun, dia menilai pergerakan yang serupa dengan ISIS sudah lama terjadi.
“Pergerakan dari Timur Tengah pengaruhnya langsung ke Indonesia dan akan tergiring pada penanggungan bahwa mereka mengaitkan unsur persaudaraan dan agama,” ujar Wawan, Kamis 31 Juli 2014.
Wawan menjelaskan, kelompok atau organisasi separatis sengaja menggunakan keyakinan untuk mengaduk perasAan dan berjihad. Layaknya ISIS, dengan berbagai macam cara, tujuannya untuk mewujudkan kekhalifahan.
Dia mencontohkan, kelompok separatis pernah terjadi di Yaman, Suriah, Irak, dan Palestina. Namun, menurut dia pergerakan itu memiliki tujuan yang berbeda-beda.

Foto yang beredar di media sosial, disebut-sebut sebagai acara baiat Abu Bakar Ba’asyir untuk mendukung ISIS di Lapas Nusakambangan. Dirjen Lembaga Pemasyarakatan sedang melakukan pengecekan dari mana asal-usul foto ini dan akan melakukan sidang tim pengamat Lapas untuk mengevaluasi kenapa ada kamera bisa masuk ke lapas Nusakambangan. (foto: Tempo/Istimewa)
Penyokong Dana
Lebih lanjut Wawan mengatakan, ISIS meyakini bahwa orang Indonesia memiliki jiwa militansi yang tinggi. Dengan demikian, kata dia akan mudah diajak untuk berafiliasi.
“Ada yang memberikan pembiayaan baik dari dalam ataupun luar. Hal tersebut, membuat mereka (para anggota baru, termasuk Indonesia) akan lebih tertarik dan muncul pemikiran khilafah,” kata Wawan.
Dia juga menjelaskan dari sisi mana orang Indonesia pada khususnya tertarik pada pendanaan. Intinya adalah adanya pemberian dukungan dan hasrat pada negara tentang kekhalifahan. “Pembiayaan itu merupakan salah satu kunci dan tanpa biaya, mereka (ISIS) tak bisa bergerak,” kata dia.
Ideologi ISIS “tidak menarik” di Indonesia
Ideologi kelompok milisi ISIS dianggap sebagai pandangan yang sangat tidak realistis sehingga tidak menarik bagi kaum muslim moderat di Indonesia.
Hal ini diungkapkan pengamat politik Islam, Komaruddin Hidayat, ketika menanggapi seruan kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) kepada umat muslim dunia untuk datang ke Irak dan Suriah serta membantu membangun negara Islam.
“ISIS itu pandangan yang romantis dan utopis, jadi sangat tidak realistis,” kata Komaruddin Hidayat kepada wartawan BBC Indonesia, Christine Franciska.
“Yang namanya kekhalifahan itu catatan sejarah masa lalu. Nuansa agama dan dinastiisme-nya lebih kental. Sekarang kan sudah diambil alih dengan bentukan negara, nasionalisme yang lebih demokratis, terbagi dan tidak tersentral dengan sosok seseorang.”

ISIS di Bundaran HI, Jakarta.
“Apakah bisa jaman modern ini (bisa dibuat kekhalifahan?). Di Indonesia, sama sekali tidak akan menarik,” ujarnya. Dia berpendapat bahwa pandangan ISIS bisa berkembang luas di Irak dan Suriah karena wilayah itu berada dalam suasana kemarahan, kekecewaan, dan konflik.
“Kondisi itu bertolak belakang dengan Indonesia yang memiliki Pancasila dan melindungi kebebasan beragama. Memperjuangkan kekhalifahan di Indonesia, menurut Komaruddin, “hanya membuang energi saja. Saya malah khawatir bahwa itu menjadi instrumen politik kekuasaan,” sambungnya.
Ketika pemimpin ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi, kemudian menyerukan kepada umat muslim untuk berimigrasi ke “Negara Islam” dengan mengatakan langkah itu sebagai kewajiban, Komaruddin Hidayat menyayangkan konflik berkepanjangan dan perebutan kekuasaan yang terjadi di Timur Tengah.

“Agama kemudian dicitrakan dengan penuh dengan kemarahan dan permusuhan. Padahal saat ini justru kekuatan agama apapun harus tampil sebagai kekuatan peradaban yang menjalin kerja sama bukan kekuatan konflik semacam itu,” tutupnya.

Seruan ISIS di Indonesia Berdampak Sangat Kecil
Seruan ISIS mungkin tidak mempengaruhi umat Islam Indonesia kebanyakan, namun pengamat terorisme Taufik Andrie mengatakan berdirinya kekhalifahan di Irak dan Suriah “membangkitkan semangat” bagi kaum militan di dalam negeri.
“Secara terbuka kelompok Ustad Aman Abdurrahman dan Ustad Abu Bakar Baasyir menyatakan dukungan terhadap kekhalifahan. Saya pikir akan ada banyak pengikut mereka yang secara suka rela melakukan hal yang sama, bersedia membaiat (bersumpah) diri mereka terhadap keberadaan kekhalifahan yang dipimpin oleh Abu Bakr al-Baghdadi,” jelas Taufik Andrie.

Aksi ISIS di Syiria
Akan tetapi, secara faktual, dampak dukungan terbuka ini diperkirakan sangat kecil dan tidak bisa diukur dalam jangka pendek. Taufik menjelaskan bahwa sulit mentranformasikan kewajiban dan hak-hak mereka sebagai warga khalifah.
“Apakah kemudian mereka harus mendirikan negara bagian khalifah di Indonesia? Itu proses yang rumit dan energi yang mereka punya saya kira tidak cukup untuk dilakukan secara instan,” sambungnya.
Sebelumnya, Badan Penanggulangan Teroris Nasional (BNPT) menyebut bahwa ada segelintir orang Indonesia yang terlacak sudah bergabung dengan ISIS. “Mereka ini terkait dengan satu atau lebih aksi-aksi teroris yang terjadi di sini,” kata Kepala BNPT Ansyaad Mbai, akhir Juni lalu.
BNPT: Dukung ISIS, Kewarganegaraan Hilang
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris Ansyaad Mbai menyatakan dukungan sekelompok warga Indonesia kepada Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) masuk dalam kategori pelanggaran hukum. Menurut Ansyaad, para pendukung ISIS bisa kehilangan status kewarganegaraannya.
“Banyak tokoh radikal Indonesia berbaiat dengan pimpinan ISIS, itu bisa kena Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan,” kata Ansyaad, Jumat 1 Agustus 2014. WNI yang bersumpah kepada negara asing, kata Ansyaad, bisa kehilangan status kewarganegaraanya.
Sekompok orang Indonesia muncul dalam sebuah video perekrutan yang dirilis ISIS. Mereka mendesak umat muslim di Indonesia untuk bergabung. Sebelumnya, ratusan orang di Solo, Jawa Tengah, menyatakan mendukung ISIS dan membaiat pimpinan mereka, Abu Bakar al Baghdadi.
ISIS telah meluluhlantakan wilayah barat dan timur Irak sejak awal 2014. Aksi militan muslim Sunni ini dinilai telah menghancurkan pusat peninggalan budaya Irak. Kamis lalu, 24 Juli 2014, ISIS tempat menghancurkan tempat suci umat Muslim dan Kristen, makam Nabi Yunus, di Kota Mosul.
Mantan NSA dan CIA Edward Snowden: Pemimpin ISIS Abu Bakar AlBaghdadi Dilatih Mossad di Israel
Edward Snowden adalah whister-blowers  atau pengungkap rahasia yang dulunya bekerja sebagai agen NSA (National Security Agency) dan juga anggota CIA yang kini masih menjadi buronan AS, dan sementara “ditampung menjadi anak emas” oleh Rusia. Mantan agen NSA dan CIA Edward Snowden mengungkapkan bahwa pemimpin Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) Abu Bakar AlBaghdadi dilatih di Israel, berbagai sumber Iran melaporkan.
Karena bagi Russia, Edward Snowden adalah aset tak ternilai, dan jika dilepas keluar Rusia sudah dipastikan ia akan mati dibunuh karena dia adalah ancaman yang sangat serius bagi AS dan sekutunya karena memiliki lebih dari satu juta info dan berkas “permainan buruk” AS yang sangat-sangat dirahasiakan dan tak pernah bocor ke publik.
Snowden menambahkan bahwa CIA Amerika dan Intelijen Inggris bekerja sama denganMossad Israel sudah menciptakan organisasi-organisasi teroris yang mampu menariksemua ekstrimis dunia untuk bersatudengan menggunakan strategi yang disebut Operation the hornet’s nest atau operasi Sarang Lebah Hornet“.
Mengapa disebut operasi “Sarang Lebah Hornet”? Mungkin seperti nama operasi-operasi rahasia lainnya, semua hanyalah kiasan kata, namun memiliki makna.
http://southcarolina1670.files.wordpress.com/2013/09/asian-giant-hornet.jpg?w=266&h=176
Lebah atau Tawon Hornet
Mari kita tela’ah sebentar tentang pengertian nama operasi rahasia ini, tawon atau lebah Hornet dalam bahasa Indonesia atau Melayu sering juga disebut Lebah Tabuhan, adalah sejenis tawon tabuhan yang suka menyengat dan hidup berkoloni. Mirip dengan tabuhan Eropa (Vespa crabro; European hornet) dan tabuhan raksasa Asia (Vespa mandarinia; Asian giant hornet).
Tawon atau lebah ini banyak dijumpai di daerah Laut Tengah (Mediterranean), termasuk Palestina, tetapi juga di Madagaskar dan India. Akibat terbawa oleh perpindahan manusia, habitatnya mulai menyebar ke Amerika Selatan bahkan sampai ke Mexico.
Jenis ini (bahasa Ibrani: צִרְעָהẓir’ahtsirah; bahasa Inggris: hornet) disebut-sebut di Alkitab Ibrani atau bagian Perjanjian Lama di Alkitab Kristen sebagai cara Allah untuk mengusir orang-orang di tanah Kanaan sebelum orang Israel datang mendudukinya(wikipedia).
Tabuhan ini adalah jenis tawon terbesar di dunia, ratu panjangnya 25 sampai 35 mm, sedangkan tabuhan jantan dan betina pekerja berukuran lebih kecil.

Giant Asian Hornet
Sengatnya sangat beracun diantara semua tawon. Hornet berbeda dengan lebah biasa yang hanya bisa menyengat hanya sekali. Namun lebah atau tawon Hornet dapat menyengat berkali-kali.
Ilmuwan telah meneliti, betapa ganasnya tawon Hornet ini karena dapat menyerang dan membunuh secara brutal dengan memasuki sarang lebah lain lalu menyengatinya satu persatu. Hanya dengan 30 ekor pasukan lebah Hornet, mereka dapat menyerang sarang lebah biasa dan membunuh 30.000 lebah lawannya, hanya dalam tempo 3 jam!
Sedangkan jika penyerangan hanya dilakukan oleh satu ekor lebah Hornet, peneliti pernah menemukan: hanya dalam tempo satu menit saja, lebih dari 40-50 lebah lawannya mati!
Lebah Hornet menyerang sarang lebah lainnya untuk mengambil semua yang ada dan berguna bagi mereka, mirip rampasan perang. Mereka memakan dan mengambil larva-larva dan madu milik lawan yang berguna bagi stamina dan energi untuk kawanan mereka, dan sebagian rampasan itu dibawa ke sarang Hornet untuk juga dimakan oleh ratunya. (lihat video penyerangan lebah Hornet ke sarang lebah biasa yang sangat mengerikan)
mossad-sealItulah cara hidup Lebah Hornet, jadi ada perkiraan bagi kita tentang nama lebah ini, bagaimana cara menyerang lawan.
Boleh jadi, seperti itulah sel-sel terror buatan pro-Zion awalnya dibentuk, namun akhirnya terus membesar dan akhirnya sulit untuk kembali diatur oleh mereka.
Tapi keadaan akan menjadi win-win solution bagi pro-Zion, karena apapun resikonya, tetap menguntungkan bagi mereka karena memanfaatkan muslim. Jika tak dapat dikendalikan pun, mereka akan menjelekkan nama Islam di dunia.
Sedangkan strategi politik dalam operasi “Sarang Lebah Hornet” , bertujuan untuk membawa semua gerakan teroris dan ekstrimis utama, ke satu tempat dan sebagian besar diantaranya untuk mengguncang stabilitas suatu negara, terutama negara-negara Arab.
Mantan Agen NSA, Edward Snowden itu juga mengungkapkan bahwa ISIS California”, Abu Bakar Al Baghdadi juga pernah melakukan pelatihan militer yang canggih dan rahasia oleh intelijen Israel Mossad”.
Selain pelatihan militerAl Baghdadi juga mempelajari komunikasi dan keterampilanberbicara dan berpidato didepan umum untuk menarik teroris” dari seluruh penjurudunia.

Operation “the hornet’s nest” atau operasi “sarang lebah Hornet”.
Pusat Penelitian Globalisasi atau The Centre for Research on Globalization (CRG), sebuah organisasi non-profit independen di provinsiQuebecKanadayang berfokus pada penelitiandan mediamenyampaikan info tentang ini juga, dan menambahkan bahwa tiga negaramenciptakan sebuah organisasi teroris yangmampu menarik semua ekstrimis dunia disatu tempat, dengan menggunakan strategi “saranglebah hornet” tersebut.
Memang selama ini dicurigai oleh banyak penguak konspirasi teori dari seluruh dunia, bahwa fakta telah membuktikan, jika ditarik sejarahnya, kelompok Mujahiddin, Taliban, Al-Qaeda, Hammas, Bako Haram, bahkan Ikwatul Muslimin dibuat, dibesarkan dan dibiayai oleh CIA, Mossad dan Zion beserta inteligen barat lainnya.
Alhasil: bukannya memerangi Zionis, namun mereka justru bergerak untuk memerangi umat Islam lainnya, memerangi yang justru satu kepercayaan dengan mereka. Grand Design pun berhasil.

John McCain (2nd right) is the senior United States Senator from Arizona. The group that he was meeting with was a particular subset of rebels in Syria, who we now know as ISIS.
Hal ini akhirnya diperkuat pula dengan wawancara Hillary Clinton pada tahun lalu, tentang Mujahiddin dan Taliban saat di Afganistan yang mereka (AS) ciptakan untuk melawan Russia karena pada waktu itu musuh AS dan barat adalah negara komunis termasuk Rusia.
Mereka diciptakan untuk melawan Russia, dan berhasil. Russia mundur dan mereka menang. Dari sanalah muncul pula sempalannya, Al-Qaeda yang dipimpin oleh Osama bin Laden adalah kaki-tangan atau boneka CIA. (baca: Bukti Al-Qaeda “Organisasi Boneka” Buatan Amerika)
Selama ini pun, semua penguak konspirasi di dunia tak mengakui bahwa Osama telah mati dibunuh. Mengapa? Karena pada tahun 2002 lalu, Osama pernah dikabarkan sudah mati. Beberapa pendapat mengatakan “Apakah dia bisa mati dua kali?”.
Dan jika ia mati dibunuh, pasti ada banyak foto atau video yang beredar, seperti foto Gaddafi atau video Saddam Husein, untuk menunjukkan realitas yang ada, serta menunjukkan betapa “bangganya” AS dan sekutunya telah berhasil mengeksekusi mereka.
Tapi hal itu tidak terjadi untuk Osama. Yang ada hanyalah satu atau dua buah foto saja, dan itupun ternyata hasil olah gambar Photoshopalias cropping-an.
Sebagian lagi para conspiracy theorists malah sangat mempercayai bahwa Osama bin Laden adalah benar agen CIA, dengan kode nama sandi “Tim Osman”
Namun kini AS mengakui bahwa kelompok-kelompok yang mereka ciptakan itu, kini justru semakin membesar bahkan menguat. AS pun memburunya tapi tak berhasil, kelompok ini menjadi susah untuk dihilangkan. (lihat video kesaksian Hillary Clinton).
Begitu pula apa yang dikatakan oleh Ron Paul yang akhirnya terkuak, ketika AS membuat Hammas yang tadinya berawal untuk melawan PLO di Palestina, yang kini juga justru menguat dan susah untuk dihilangkan. (lihat video kesaksian Ron Paul).
Sedangkan menurut Edward Snowden, para teroris hasil buatan AS, Zion Israel dan sekutunya tersebut justru menguntungkan, karena dengan “membuat musuh” maka akan ada alasan untuk memeranginya.
Satu-satunya solusi untuk melindungi negara Yahudi adalah menciptakan musuh dekatperbatasannya,” Snowden mengatakanUntuk sementara waktuSnowden masihdiblokir di zona internasional yaitu dibandara Moskow di Rusia, karena dia tidak dapat melakukan perjalanan di mana saja karena paspornya dicabut lagi baru-baru ini.
(sumber: al-Jazeera/ Youtube/ OnIslam.comvivabbc.co.idtempokompasmoroccantimes.com/ icc.wp.com/ berbagai sumber)




Title : Apa Itu ISIS? Benarkah ISIS Dibuat Oleh CIA dan Mossad Untuk Memecah Islam?
Description : ISIS Dibuat Oleh CIA dan Mossad Untuk Memecah Islam? Keberagaman aliran pada Islam sejak ratusan tahun mulai dimanfaatkan oleh para lawan-la...

0 Response to "Apa Itu ISIS? Benarkah ISIS Dibuat Oleh CIA dan Mossad Untuk Memecah Islam?"

Post a comment